Kadempe
Kedai kopi yang berdiri di serambi Koperasi Desa Merah Putih. Tempat warga menunggu giliran, tamu singgah, dan urusan desa diselesaikan sambil duduk.
Setiap kedai dimiliki koperasi desanya sendiri. Bukan cabang, bukan waralaba. Kadempe hanya namanya, cara kerjanya, dan sistem pencatatannya.
PUTIH
Milik desa, bukan milik pusat
Yang membedakan Kadempe dari kedai kopi lain bukan kopinya, tapi ke mana uangnya pergi.
Modal dari koperasi sendiri
Kedai dibuka dengan modal koperasi desa setempat. Tidak ada setoran ke pusat, tidak ada bagi hasil ke luar desa.
Untung kembali ke anggota
Hasil kedai masuk ke sisa hasil usaha koperasi, dibagi ke anggota di rapat tahunan.
Bahan dibeli dari warga
Kopi, gula aren, dan camilan diambil dari anggota lebih dulu. Harga disepakati, bukan ditawar sampai jatuh.
Kedai yang sudah buka
Daftar ini bertambah seiring koperasi desa lain membuka kedainya.
Kadempe baru mulai. Kedai pertama berjalan di Karanganyar, dan koperasi desa di daerah lain sedang menyiapkan kedainya masing-masing.
Membuka kedai di desa Anda
Terbuka untuk Koperasi Desa Merah Putih mana pun di Indonesia. Tidak ada biaya waralaba.
Putuskan di rapat anggota
Kedai dibuka dengan modal koperasi, jadi keputusannya ada di anggota. Kami bisa membantu menyiapkan hitungannya.
Siapkan tempat dan orang
Serambi koperasi biasanya sudah cukup. Dua orang bisa menjalankan satu kedai, dan mereka dilatih dulu.
Pasang sistem pencatatan
Tiap transaksi tercatat harian dan bisa dilihat pengurus. Ini yang membuat laporan ke anggota tidak lagi merepotkan.
Pengurus dan pengelola kedai
Masuk untuk melihat penjualan, stok, dan laporan kedai Anda.